Taqabalallahu minna wa minkum

October 22nd, 2007 by adhyz82

                                      Pondok gede-Bekasi 23 Oktober 2007/11 Ramadhan 1428 H

ketemu lagi ..at Syawal moments….

Tidak ada ucapan yang lebih mulia dan sesuai syari yang seharusnya diucapkan kepada sesama muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri :

Taqabalallahu minna wa minkum….
Taqabalallahu yaa kariim…

N.B… ganti blogs ke : jaganiakaromu.blogspot.com

Regards
_me_

Berhari Raya Bersama Muslimin dan Pemerintah

October 10th, 2007 by adhyz82

                                                                        Bekasi, 28 Ramadhan 1428 H

copy from : http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1021

Berhari Raya Bersama Muslimin
dan Pemerintah

Dikirim oleh webmaster, Senin
31 Oktober 2005, kategori Manhaj

Penulis: Al Ustadz Muhammad
Umar as Sewed

.:
:.

Hukum asal penentuan awal bulan Syawwal (Hari Raya ‘Iedlul
Fithri) adalah dengan ru’yatul hilal (melihat bulan sabit) berdasarkan hadits
yang diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasanya Nabi صلى الله عليه
وسلم bersabda:

لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ
غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ. (رواه البخاري ومسلم عن ابن عمر رضي الله
عنهما)

Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal, dan janganlah kalian
ber-iedlul Fithri hingga kalian melihatnya. Jika kalian terhalang untuk
melihatnya, maka kalian perkirakanlah. (HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Umar رضي
الله عنهما)

"Memperkirakan" ketika hilal terhalang oleh awan atau lainnya adalah
dengan menggenapkan bilangan bulan sebelumnya menjadi 30 hari. Sebagaimana
disebutkan dalam hadits lain sebagai berikut:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ
فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ. (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة رضي
الله عنه)

Berpuasalah kalian jika kalian melihatnya (hilal) dan ber’iedlul Fithrilah
kalian jika kalian melihatnya. Jika kalian terhalang untuk melihatnya, maka
sempurnakanlah bilangan Sya’ban tiga puluh hari. (HR. Bukhari Muslim dari Abu
Hurairah رضي الله عنه)

Maka jika yang terhalang adalah hilal

Syawwal, genapkanlah bulan Ramadlan 30 hari.

Penentuan Ramadlan, Syawwal, Haji dan lain-lain adalah tanggung jawab penguasa

Hari Raya adalah suatu amalan yang bersifat jama’i (dilakukan secara
berjama’ah), maka penguasalah yang berkewajiban untuk ru’yatul hilal atau
orang-orang khusus yang mereka tugaskan, atau merekalah yang menerima
berita-berita dari orang yang melihat hilal dan menentukan sah atau tidak
sahnya. Oleh karena itu kita tidak bisa melaksanakan hari raya sendiri-sendiri
dengan melihat hilal sendiri-sendiri.
Kewajiban rakyat -kaum muslimin - adalah mentaati penguasanya pada hasil
keputusan mereka, hingga terjadilah kebersamaan yang dikehendaki oleh syariat
Islam.
Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله dalam Tamamul Minnah:
"Sesungguhnya untuk melihat hilal atau mencari berita tentang hilal dari
negeri-negeri lain pada hari ini adalah perkara yang mudah, sebagaimana sudah
dimaklumi. Namun yang demikian perlu perhatian serius dari para penguasa
negara-negara Islam hingga (persatuan) akan terwujud menjadi kenyataan insya
Allah tabaraka wa ta’ala". (Tamamul Minnah, hal. 398)
Perintah untuk mentaati penguasa tersebut adalah terus berlangsung walaupun
penguasa tersebut dhalim atau fasik.
Berkata Imam ash-Shabuni رحمه الله dalam Aqidatus Salaf hal. 102: "Ahlul
hadits berpendapat untuk menegakkan shalat Jum’at dan dua hari raya dan
lain-lain dari shalat-shalat jama’ah di belakang setiap penguasa muslim yang
baik atau pun yang jahat. Dan berpendapat untuk berjihad memerangi orang-orang
kafir bersama mereka, walaupun penguasa tersebut dhalim dan jahat".
Berkata Imam al-Barbahari رحمه الله: "Ketahuilah bahwa kejahatan penguasa
tidak mengurangi kewajiban yang Allah wajibkan melalui lisan nabi-Nya صلى الله
عليه وسلم. Kejahatannya untuk diri mereka sendiri, sedangkan ketaatan dan
kebaikanmu bersamanya tetap sempurna -Insya Allah. Yakni kebaikan berupa shalat
jama’ah, Jum’at dan jihad bersama mereka dan segala sesuatu dari ketaatan yang
dikerjakan bersama mereka, maka pahalamu sesuai dengan niatmu". (Syarhus
Sunnah, al-Barbahari, hal. 116)
Berkata Abu Ja’far ath-Thahawi رحمه الله: "Haji dan jihad terus
berlangsung bersama penguasa kaum muslimin, yang baik atau yang jahat, sampai
hari kiamat; tidak terbatalkan dan tidak gugur (dengan kefasikan mereka).
(Al-Aqidah ath-Thahawiyah, dengan syarh Ibnu Abil ‘Izz, hal. 287)
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله: "Dan mereka (ahlus sunnah
wal jama’ah) memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar
sesuai dengan apa yang diwajibkan oleh syari’at. Mereka berpendapat untuk
menegakkan haji, shalat jum’at, dan hari raya bersama para penguasa, apakah
mereka orang-orang baik ataukah orang-orang jelek. Dan berpendapat untuk
menegakkan shalat jama’ah, jihad dan menegakkan nasehat untuk umat".
(Aqidah Wasithiyah, Ibnu Taimiyah, hal. 257)
Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan رحمه الله ketika menjelaskan ucapan Ibnu
Taimiyah di atas sebagai berikut: "Yang demikian karena tujuan kaum
muslimin adalah menyatukan kalimat dan menghindari perpecahan dan perselisihan.
Karena penguasa yang fasik tidak lepas dari kedudukannya sebagai penguasa yang
harus ditaati dan tidak boleh ditentang, apalagi jika sampai berakibat
menelantarkan kewajiban-kewajiban dan menumpahkan darah". (Syarh Aqidah
al-Washithiyah, Syaikh Shalih Fauzan, hal. 216)
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله ketika menjelaskan
ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas sebagai berikut: "Mereka
(ahlus sunnah wal jama’ah) berpendapat untuk menegakkan haji bersama para
penguasa walaupun mereka fasik. Bahkan walaupun merekaeminum khamr ketika haji.
Mereka tidak berkata: "Ini adalah imam faajir, kami tidak mau terima
kepemimpinannya". Karena mereka berpendapat bahwa mentaati penguasa adalah
wajib walaupun mereka fasik, selama kefasikannya tidak membawa pada kekafiran yang
jelas yang di sisi Allah kita punya bukti…". (Syarh al-Aqidah
al-Washithiyah, Syaikh Utsaimin, juz ke-2, hal. 337)
Beliau berkata pula: "Demikian pula menegakkan hari raya-hari raya bersama
para penguasa yang mengimami shalat mereka. Apakah ia orang baik ataukah orang
jelek. Dengan jalan yang damai ini, jelaslah bahwa agama Islam ini merupakan
jalan tengah di antara orang yang berlebih-lebihan dan orang-orang yang
melalaikan". (sumber yang sama hal. 336)

Berkata Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi رحمه الله: "Telah ditunjukkan oleh
dalil-dalil dari kitab dan sunnah serta ijma’ para salaful ummah bahwa para
penguasa, pemimpin shalat, hakim, panglima perang dan pengurus zakat ditaati
dalam perkara-perkara ijtihad. Dan tidaklah mereka mentaati anak buahnya dalam
perkara ijtihad, tetapi rakyatlah yang harus mentaatinya dalam masalah-masalah
tersebut. Dan hendaklah mereka menyerahkan pendapatnya kepada penguasa
tersebut, karena kepentingan umum dan persatuan serta bahayanya perpecahan dan
pertikaian adalah lebih diperhatikan daripada masalah-masalah pribadi atau
kelompok." (Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 376)
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله: "Jika ada yang
bertanya: "Mengapa kita mesti shalat di belakang mereka dan mengikuti
mereka dalam haji, jihad, Jum’at dan hari raya?" Kita katakan bahwa mereka
adalah penguasa kita yang kita beragama dengan mentaati mereka, karena perintah
Allah سبحانه وتعالى:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ… (النساء: 59)

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah

Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian…"
(an-Nisaa’: 59)

Dan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا قَالُوا يَا
رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَأْمُرُ مَنْ أَدْرَكَ مِنَّا ذَلِكَ قَالَ تُؤَدُّونَ الْحَقَّ
الَّذِي عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُونَ اللَّهَ الَّذِي لَكُمْ . (رواه مسلم)

Sesungguhnya akan terjadi setelahku kedhaliman-kedhaliman dan perkara-perkara
yang kalian ingkari. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang engkau
perintahkan kepada orang yang mengalami masa tersebut dari kami?" Beliau
menjawab: "Tunaikanlah hak-hak mereka atas kalian, dan mintalah kepada
Allah hak-hak kalian. (HR. Muslim)
Yang dimaksud "hak-hak mereka (para penguasa)" adalah ketaatan kepada
mereka pada selain kemaksiatan. (Syarh al-Aqidah al-Washithiyah, Syaikh
Utsaimin, juz ke-2, hal. 339)
Dengan kita mengikuti ucapan-ucapan para ulama di atas, niscaya akan terwujud
kebersamaan yang disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam hadits
yang sudah kita sebutkan pada edisi ke-80, Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَاْلأَضْحَى
يَوْمَ تُضَحُّوْنَ. (رواه الترمذي وقال: حديث غريب حسن )

Puasa itu adalah hari ketika kalian seluruhnya berpuasa, Iedlul Fithri adalah
hari di mana seluruh kalian berbuka (yakni tidak berpuasa lagi –pent.) dan
Iedlul Adha adalah hari ketika kalian seluruhnya menyembelih kurban. (HR.
Tirmidzi dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dengan Tuhfatul Ahwadzi, 2/37)
Adapun cara para penguasa menentukan hari raya tersebut, apakah dengan ru’yah
atau dengan hisab, maka merekalah yang bertanggung jawab di hadapan Allah
سبحانه وتعالى.

Hadits di atas di samping merupakan dalil untuk berpuasa bersama kaum muslimin,
juga merupakan dalil berhari raya bersama mereka.
Berkata ash-Shan’ani dalam Subulus Salam 2/72: "Pada hadits ini ada dalil
bahwa yang teranggap dalam menetapkan hari raya adalah kebersamaan manusia. Dan
bahwasanya seorang yang menyendiri dalam mengetahui masuknya hari raya dengan
melihat hilal (bulan sabit) tetap wajib mengikuti kebanyakan manusia. Hukum ini
harus dia ikuti, apakah dalam waktu shalat, ber’iedlul Fithri atau pun
berkurban".
Disamping itu ada pula hadits mauquf yang semakna dengan ini dari Aisyah رضي
الله عنها dikeluarkan oleh al-Baihaqi dari jalan

Abu
  Hanifah

,

Ia

berkata:
Menyampaikan kepadaku Ali bin Aqmar, dari Masruq, bahwa ia mendatangi rumah
Aisyah pada hari Arafah (dalam keadaan tidak berpuasa –pent.). Aisyah رضي الله
عنها berkata: "Berilah Masruq minuman dan perbanyaklah halwa
untuknya!" Masruq berkata: "Tidaklah menghalangiku untuk berpuasa
pada hari ini, kecuali aku khawatir hari ini adalah hari raya nahr (iedlul
Adha). Maka Aisyah pun berkata:

النَّحْرُ يَوْمَ يَنْحَرُ النَّاسُ، وَالْفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ. (رواه
البيهقي)

Hari raya Nahr adalah hari manusia menyembelih, dan iedlul Fithri adalah hari
ketika manusia berbuka (yakni tidak lagi berpuasa).
(Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbani,
hal. 442)
Disebutkan pula ucapan senada oleh Ibnul Qayyim رحمه الله dalam Tahdzibu
as-Sunan, 3/214: "Dikatakan bahwa pada hadits ini terdapat bantahan atas
orang yang berkata: "Sesungguhnya barangsiapa yang melihat munculnya bulan
Sabit dengan mengukur hisabnya atau menghitung tempat-tempat terbitnya, boleh
baginya berpuasa dan beriedlul Fithri sendiri, tidak seperti orang yang tidak
mengetahuinya". Dikatakan bahwa seorang yang melihat munculnya bulan sabit
sendirian, tetapi hakim tidak menerima persaksiannya, maka dia tidak boleh berpuasa
sebagaimana manusia pun belum berpuasa". (Lihat Silsilah al-Ahaadits
ash-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani)
Demikian pula tentunya siapa yang melihat hilal Syawwal sendirian, namun
penguasa tidak menerima persaksiannya, maka dia tidak boleh berhari raya
sendirian.
Berkata Abul Hasan as-Sindi dalam catatan kakinya terhadap Sunan Ibnu Majah,
setelah menyebutkan hadits Abu Hurairah dalam riwayat di atas sebagai berikut:
"Tampaknya makna hadits ini adalah bahwa perkara-perkara tersebut bukan
haknya pribadi-pribadi seseorang tertentu. Dan tidak boleh seseorang menyendiri
dalam masalah tersebut, tetapi urusan ini dikembalikan kepada imam dan jama’ah
kaum muslimin seluruhnya. Wajib bagi setiap pribadi mengikuti kebanyakan
manusia dan penguasanya. Dengan demikian jika seseorang melihat hilal, tetapi
penguasa menolaknya, maka semestinya dia tidak tidak menetapkan perkara-perkara
tadi pada dirinya sendirian, sebaliknya wajib baginya mengikuti kebanyakan
manusia". (Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, Syaikh Muhammad
Nashiruddin al-Albani)
Maka nasehat kita kepada para penguasa adalah: tentukanlah awal bulan Ramadlan,
Syawwal dan lain-lain dengan ru’yatul hilal di mana pun hilal itu terlihat,
walaupun di negara-negara lain.
Dan nasehat kita kepada kaum muslimin adalah: taatilah penguasa; berpuasa dan
ber’iedhul Fithrilah bersama mereka, dan janganlah berpecah-belah.

[Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit
setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim.
Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us
Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03,

Cirebon

. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan
Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP
081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Arief Subekti HP 081564690956. Untuk
memperdalam ilmu dan informasi dakwah baca: majalah Asy-Syari'ah &
An-Nasihah atau klik www.asysyariah.com
dan www.salafy.or.id.]

(Dikutip dari bulletin Manhaj Salaf, Edisi:
84/Th. II, tanggal 24 Ramadlan 1426 H/28 Oktober 2005 M, judul asli Berhari
Raya Bersama Kaum Muslimin dan Penguasanya, penulis asli Al Ustadz Muhammad
Umar As Sewed)

 

25 Ramadhan 1428

October 7th, 2007 by adhyz82

Bekasi, 25 Ramadhan 1428 H

Alhamdulllah masih diberi nikmat hidup olehNya…masih dapat nikmat Ramadhan tahun ini..entah masih dikasih kesempatan tuk menyelesaikannya juga…wa allahu alam…
piye kabare?? mudah2an apik2 wae yach…sy sendiri lagi flu agak berat…
piye Ramadhan nya??mudah2an lancar2 saja yach…Malam 1000 bulan gimana? mudah2an kita termasuk manusia2 beruntung yg mendapatkannya..amin….
Ramadhan belum berlalu tapi di sekeliling saya yang terfokus kapan mudik, kapan lebaran….sedikt yg bertanya, kira2 kita masih dapat ga ramadhan sampai akhir?? atau Ramadhan depan kita masih dikasih kesempatan mendapatkannya…
Ramadhan masih ada, tapi pikiran kita sudah melayang di kampooenggg…seolah-olah kampung akan lari kalo kita tidak memikirkan barang sedikitpun….
atau saya saja yg kelainan yach?? bahkan ditawarin tiket pulang pergi kampung gratis, saya jelas2 menolaknya...org yg aneh kata sebagian kawan2 kantor yg udah pada balek kampung….jawaban saya biasanya cuman cengengesan…toh silaturahmi bukan lebaran saja kan..sungkeman orang tua valid utk semua waktu kan…
so..thinks about Ramadhan sampe benar2 Ramadhan itu berlalu dari kita…belum tentu kita mendapatinya lagi tahun depan…atau bahkan sebelum habis Ramadhan ini kita nda bisa menjamin masih bersamanya…wa allahu alam

Jagania karomu..Wassalam
"sambil menunggu laporan yg lama terprintnya…"

18 Ramadhan

September 30th, 2007 by adhyz82

Bekasi, 18 Ramadhan 1428 H/1 Oktober 2007

Alhamdulillah masih dipertemukan lagi…piye kabare rek?? moga2 selalu dalam lindunganNya yach…Puasa Ramadhan sudah 18 hari berjalan..tidak terasa sedikit lagi akan meninggalkan kita…
tapi apa iya, apa2 yg telah kita kerjakan di Ramadhan ini akan membekas pasca Ramadhan?? tentu yg baik2nya tersisa..jgn yg buruknya yg terpendam diasah kembali krn Ramadhan telah lewat…
Tapi kadang ketika kita berada di luar, kita malah merasa asing sendiri…kadang kita merasa kitalah satu2nya org di sekitar itu yg berpuasa…lah paling yg nemenin cuman spanduk2 bertuliskan " Selamat Menunaikan Ibadah Puasa"…itu doank…
Jadi bingung sendiri, kita ini sedang di Amerika Serikat apa di Indonesia yg kebanyakan warganya Muslim…!! atau saya yg terlalu mendramatisir atau bahkan kedua2nya?? entahlah….

Ramadhan adalah bulan pengekangan nafsu yang bersifat negatif..nafsu makan minum, nafsu syahmwat, nafsu amarah dan sebagainya…Tapi apa jadinya jika nafsu2 itu tidak dikekang…kacau balau…liat berita ttg "kekacauan" akibat tindakan penertiban warung2 makan oleh orang2 sipil yg telah mengambil tugas aparat di beberapa tempat?? kacau jadinya…walau mungkin kita marah dan geram atas tindakan org2 yg "menodai" kesucian bulan Ramadhan, tapi kita juga jgn menambah dengan hal2 yg merupakan wewenang pemerintah…sehingga akan jauh lebih tenang dlm suasana Ramadhan dan akan lebih elegan jika kita lebih percaya sedikit kepada pemerintah….wa allahu alam….

Jagania Karomu…

(sambil menunggu tmn yg ga datang2 juga dr tadi….where are u friends?? )

Marhaban Yaa Ramadhan

September 11th, 2007 by adhyz82

Havira net Cafe,Jl.Gadang 10,Tanjung Priok 11-9-07 (Pukul 20.00 W.I.B)

Alhamdulillah masih dipertemukan lagi….
Alhamdulillah masih diberi kesempatan olehNya…Moga2 kita akan mendapati Ramadhan full day yach….Moga2 diberi kesehatan utk mengamalkan sekuat tenaga kita amalan2 yang dilipatgandakan pahalanya dibandingkan hari2 lain…

Sambut Ia dengan Syar`i..Boleh sukacita tapi hal2 yg mendekati kesyirikan dalam menyambutnya tidak dianjurkan bahkan "forbidden" ..hal2 yg mendekati kesyirikan bukannya menambah semarak keindahan bulan Ramadhan malah merusak segalanya..et dah…jadi rame2 pergi ke kuburan, sholat disana,minta berkah ama yg meninggal….aneh bin ajaib, semuanya dianggap tanda org2 itu alim….kl sholat wajibnya, tadarussnya urusan belakang….jadi??luruskan niat bro…..

Marhaban Yaa Ramadhan
Sambut dgn senyum n sukacita….

semoga suasana Ramadhan masih membekas di segala kehidupan kita, dan bukan menjadi uap yang akan menguap ketika Ramadhan telah usai…

Wassalam

"n.b : terutama ditujukan utk diri sendiri, semangat….."

Mulai lagi…

September 6th, 2007 by adhyz82

Bekasi, 6 september `07 Pukl 20.30 W.I.B

Alhamdulillah ketemu lagi…piye kabare??apik2 wae kan?? lama baru ngeblogs lagi…entahlah mau ngisi lagi stelah hampir dari bulan juli postingan terakhir saya…
masih di t4 yg sama, walau addressnya udah berubah dikit…deskripsi kerja masih yg2 itu2 juga sejak datang dr Makassar…
tadi habis survey 2 site (slah satu site milik operator telekomunikasi seluler di Indonesia) di daerah bekasi..ada sedikit perubahan yg membuat kita mengkondisikan pikiran dan energi utk menerima konsekuensi dr kebijakan baru itu…harus ngecek site itu lah walau jelas2 site itu nda memungkinkan utk dilakukan survey…
masih ada lagi yg belum selesai di daerah pancoran, tp berhubung sdikit ada "problems",jadi mungkin senin kayaknya hasilnya diketahui..entahlah…
lama ga ngeblogs, lama yg ga tertulis baik di diary pribadi maupun online, banyak hal yg harusnya mau ditulis cuman menguap doang…padahal mugnkin2 hal2 itu walau sekecil apapun bermanfaat minimal utk saya sendiri..bisa jadikan ibrah, bisa ngaca, en bisa flashback ke blkang..iya to??
kayak gerhana bulan yg 16 tahun sekali baru muncul jika nda salah ingat, lalu gempa ringan yg melanda jabodetabek yg sy rasakan….
berita2 bahagia beberapa teman2 yg sudah menggenapkan sebagian diennya menjelang bulan suci Ramadhan…BarokAllahu wa baroka alayka, wa jama’a bainakuma fii khair...
atau ada teman yg mendapatkan buah hatinya…ini jadi ngiri atau apa sich?? ga lah…masing2 punya jalan yg telah dikehendakiNya…
Maumi bulan puasa…jgn stack di tempat dongs….Sambut dia tamu yg agung…
Belum tentu kita tahun ini menjumpainya, atau belum tentu tahun ini kita menyelesaikannya juga atau bahkan belum tentu juga tahun depan kita akan dijumpainya kan?? anda yakin bisa menahan sesuatu yg diluar kuasa anda?? maka ingatlah sebagai sesuatu yg lemah dan tidak berdaya….

didekasikan toek diri sendiri, menjelang bulan suci Ramadhan…
Marhabaan Yaa Ramadhan….

dr kantor sambil menunggu hasil print yg lama….lumutan….Jagania Karomu
Wassalam

here we Are..

July 4th, 2007 by adhyz82

Bekasi, 4 Juli 2007…(23.00 W.I.b)

Alhamdulillah ketemu lg….Sebulan lebih ga ngeblogs sejak pulang survey" dr Solo…entah krn malas atau krn kesibukan lain, en ditambah ga ada ide kali..jadi udah..tp tiba2 sy rindu utk membahas dikit2lah..
btw, 3 bulanma di jkt…dulu ga kebayang juga sich(dramatis bgt…) utk kesini…krn terlalu sringnya yg dinonton brita2 kriminal n yg serius2 amir…jakarta menurutku sangatlah membosankan utk org sprti sy…sudah gt semua dituntut utk bisa survive dan hal2 lain yg lbh banyak negatifnya dr positifnya…
pertama2 sich, perasaan itu masih ada..tp krn dikost teman2 sekampus dr UNHAS,maka kostan bukan seperti jkt…kl udah kembali semua, serasa di kampus sj…itu membuat old feeling luluh walau ga seratus persen…
tp krn sering tongmi keliling jkt dlm rngka survey, maka mau tdk mau kita hrs enjoy suasana jkt,krn kalo tidak streesss sendiri..udah macet,polusi,busway yg  lama ditunggu, org2 operator yg kadang njelimet kalo mau ki  minta  akses  , koordinator yg selalu mengigatkan batas deadline kirim laporan…
mo diapa lg…sudah resiko…tp gitulah hidupppp,ga mungkin mau enak mulu….
udahan dulu….udah selesai juga laporan survey tadi(kalassi….sy yg ngenet dan tinggal ngecek aja benar pa nda laporan kami….!!!)

Jagania Karomu…

Wassalam

no title aja deh!!

May 27th, 2007 by adhyz82

Warnet Y-Online Solo,Jl.Slamet Riyadi, Senin 28 mei 2007

akhirnya negnet lagi..tp ini diselip-selipin sblm pergi ke customer..yach..daripada bete menunggu..ngisinya dgn cek2 email serta ngisi blogsku…
Btw, lagi di Solo..dr kamis sore di sore..mungkin sampe rabu atau kamis depan di Solo..Lumayan lama lah..btw,Solo kotanya agak mungil(atau perasaan saya saja??) agak nda mumet kayak jakarta(ya Iyalah!!!),tp disini harus bisa ngerti dikit2 bahasa jawa(keharusan atau??) ..nyari makan aja harus mengerti bahasa mereka atau setidaknya dialek mereka keikut..(atau nda harus kah??) entahlah..tp sy enjoy kok disini…jadi ceritain ttg diri sendiri yach??tp sejam di warnet ini kok sama dengan tarif di Kendari yach??hehe..habis biasa sich di kantor gratis2an..jadi berat kalo membayar koneksi internet…
yach udah dulu yach…mo hunting new kuliner…
jagania karomu…Wassalam

Salah Kaprah kita ttg Uztadz!!

May 20th, 2007 by adhyz82

Bekasi, ahad sore 20 mei 2007…

akhirnya ngenet lagi stlh 4 hari di daerah yg susah utk koneksinya (aksesnya..)atau memng ga niat tuk akses ngenet..
akhirnya ada inspirasi tuk ngisi blogs ini setelah ngeliat peristiwa..ketika sang uztadz(no name lah..) didaulat tuk ngisi maulidan (buka maulidannya yg dibahas…) , yang didengar oleh org bukan ilmu atau amalannya tapi yg dicari org2 (walau sy nda yakin 100 persennya lah..) adalah tanda tangan sang uztad atau foto bareng…
masalahnya tempat foto2 bareng itu depan kost yg sy kunjungi 4 hari kemaren…miris hati…sy bukan ngeh dengan ustadz..sy juga nda ada masalah dgn sang ustadz atau siapapun…hanya yg buat miris adalah perlakuan kita terhadap para penceramah/dai/ustadz adalah yg kadang bukan diajarkan oleh agama…
acaranya mungkin bernuansa religius namun kok sepertinya tidak mengakar kuat di relung hati (atau ini perasan saya saja yach..)wa allahu alam…mudah2an bukan yach…
jadi tempatkanlah sesuai tempatnya…
ustadz bukan selebritis walau kadang mungkin ada "ustadz yg menyerempet2 menjadi selebritis!!

…mintailah ilmu dan ta`limlah dgn sang ustadz sebanyak-banyaknya…jadi bukan foto barengnya yg diperbanyak!!!jagania karomu..
wa allahu alam bishawab…

copy paste di blogs2 org lain

May 5th, 2007 by adhyz82

Bekasi, ahad 5 mei 2007
tiba2 tertarik baca blogs2 org..emang Internet kaya akan sumber informasinya..tinggal kita milah2 bacaan yg baik, positif namun kaya akan nilai2 religius..banyakan blogs2 yg diwalking isinya blog muji diri sendiri..(berguna tp utk diri sendiri),blogs2 romantis (uu, seperti tayangan2 di TV2 Indonesia sj..bosan..)ada juga blogs2 politik sekali(capek deh..),blogs2 kuliner(a..ini lebih bagusan dikit..kalo lapar, tinggal ingat aja resep2 makanan di blogsnya..) en blogs2 religius..(tp,klasifikasinya banyak lagi…pemahaman tiap2 org beda2..jgn kebablasan ngikut2 yg memang bkn kebenaran sejati deh..)..
mo ka copy yg ini..lebih realistis,lebih dekat dgn kehidupan sehari-hari..jadi jgn cuman ngabayangin yg satu ini keras mulu…InsyaAllah, kebenaran sejati gampang dicerna oleh akal..wa allahu alam…

ini postingannya, sumber dari :http://antosalafy.wordpress.com/2007/03/08/hati-hati-dengan-nada-dering-handphone-kita
(supaya nda diblang plagiat…)

wassalam
Jagania Karomu..

—————————————–

Hati-Hati dengan Nada Dering Handphone Kita!

Apa hukum menggunakan adzan dan qira’ Alquran (murotal) dalam alarm/nada dering telepon (handphone) sebagai pengganti musik? 

Berkata Al-Allamah Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan: Hal
ini merupakan penghinaan atau termasuk merendahkan (penyalahgunaan)
terhadap adzan, zikir, dan Alquran. Jadi, tidak seharusnya
menjadikannya sebagai alarm (ring tones). Alquran tidak boleh dijadikan
sebagai alarm/nada dering. Jika dikatakan: “Ini lebih baik daripada
musik!” Bantahlah: “Ya, apakah kamu terpaksa dengan musik?! Tinggalkan
musik dan taruhlah sesuatu yang ada sebagai ring tone,
seperti bunyi normal. Sesuatu yang bukan mengandung musik ataupun yang
mengandung Alquran. Sesuatu yang sederhana sebagai bunyi dering.
 

Fatwa Shaykh Shalih al-Fawzan dari kaset berjudul: Liqa’ Maftuh ma’a Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (hafidhahullah) tanggal 10-23-1426 Hijriah. 

Diterjemahkan oleh Abu Maulid

Sumber: http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=832

———————————————————————–