Archive for July, 2006

None Tittle part 5

Sunday, July 30th, 2006

Makassar, 31 Juli 2006 pukul 6.36 Pagi

Alhamdulillah, masih ketemu lagi..mudah2an masih dalam keadaan sehat2 selalu yach? Amin…
Lagi ngisi blogs lagi nich di penghujung tanggal di bulan juli…setelah beberapa hari nda updated blogs ini, baru kepikiran dan tersempat untuk ngisi blogs nich…kebetulan aja baru lagi nginap di wnet…dan kebetulan saja saya mau nginap disini dan merubah secara sepihak jadwal saya, Insya Allah kedepannya ga begini deh…melakukan sesuatu tanpa rencana yang matang sebelumnya….kemaren sich di kepala saya, semalam dan hari ini masih di rumah di NTI…masih berbenah rumah dan sebagainya..dan jika harus melakukan sesuatu kegiatan itu yach memang sudah terjadwal d agenda ataupun di”kepala” saya sehingga kegiatan2 yang lain tidak menjadi berantakan kan?Ini semua(mungkin) atau pasti akan ada konsekuensinya, dijauhi orang ataupun dikatakan tidak mau solider, tapi orang lain juga harus mengerti saya kan…dan ini juga membiasakan saya utk tetap disiplin, menghargai waktu dan menghargai komitmen pada diri saya sendiri, juga menghargai “appointment” dengan orang lain jika sedang berurusan dengan orang lain, juga membuat orang lain akan menghargai kita…gimana cara membuat orang lain respect sama kita jika kita sendiri tidak mampu menghargai diri kita sendiri kan?

wa allahu alam bishawab
Adhyz

Hikmah Ilahi di balik musibah gempa

Friday, July 21st, 2006

Sumber : http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1077

Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah rumah yang hampir rata dengan tanah. Itulah harta berharganya yang telah terenggut oleh gempa. Hampir tak ada lagi yang tersisa setelah itu.

Namun sedikitpun tidak tampak gurat kesedihan pada dirinya. Padahal kini dengan sisa harta yang tidak seberapa, dia harus berjuang untuk hidup. Ia pun mesti mengubur dalam-dalam bayang kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Karena ‘rumah’-nya kini, hanya beralaskan bumi dan beratapkan langit.

Apapun yang terjadi, dia tetap memiliki sebuah keyakinan bahwa di balik itu semua ada hikmah dari Rabb subhanahu wa ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan di dalam Al-Qur’an:
الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿۳﴾ [العنكبون: ١ - ۳]
”Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al -‘Ankabuut: 1-3)

Saudara-saudaraku seiman -semoga Allah merahmatimu-, selama hayat masih di kandung badan, selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, demikian pula selama nafas masih berhembus, adalah sebuah kemestian jika cobaan, rintangan, musibah demi musibah, silih berganti mendatangi kita, sebagaimana yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan dalam ayat di atas.

Perlu kita ketahui pula bahwa segala sesuatu yang menimpa kita, kebaikan maupun kejelekan, kesenangan ataupun kesedihan, dan yang lainnya, merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dan ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala nyatakan dalam firman-Nya:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾ [الحديد: ٢٢]
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)

Takdir ini telah Allah subhanahu wa ta’ala tentukan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Allah telah menulis takdir-takdir seluruh makhluq (pada kitab lauh mahfudz) 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Abdullah ibn Amr ibn Al-Ash radhiyallahu ‘anhu)

Dengan demikian kita sadar bahwa gempa yang merobohkan rumah-rumah kita, mengubur harta kita, dan melukai saudara-saudara kita, bahkan menyebabkan terambilnya sebagian nyawa mereka, semuanya telah Allah Subhanahu wa ta’ala takdirkan. Tiada seorangpun yang mampu untuk mengelakkannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Ketahuilah wahai saudara-saudaraku kaum muslimin bahwa apa yang harus menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa-apa yang luput darimu tidaklah akan menimpamu.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Ibnu Abbas)

Apa Rahasia di Balik itu Semua?
Apakah Allah subhanahu wa ta’ala hendak berbuat dzalim kepada hamba-Nya atau menyakitinya? Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah subhanahu wa ta’ala menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah, wahai saudara-saudaraku kaum muslimin! Karena musibah ini kita harapkan sebagai bukti bahwa Allah lmenghendaki kebaikan untuk diri-diri kita, baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana yang Rasulullah sabdakan:
“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan bagi dirinya, niscaya Allah akan menimpakan baginya musibah.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Janganlah patah semangat, wahai saudaraku kaum muslimin, atas musibah apapun yang menimpamu, karena itu akan menjadikan besar pula pahalamu, sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.” (HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)

Bangkitlah wahai saudaraku! Karena ini merupakan bukti bahwa Allah lmencintaimu, sebagaimana sabda Rasulmu shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka ia akan mendapatkan keridhaan Allah, dan barangsiapa yang murka maka ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah.”

Besarkanlah hatimu wahai kaum muslimin! Karena ini merupakan tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuni dosa-dosamu, sehingga meringankanmu di hari perhitungan nanti. Sebagaimana ini dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Cobaan akan terus senantiasa menimpa seorang mukmin, laki-laki dan wanita, baik pada jiwanya, anaknya, demikian pula hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allah (meninggal) dan tidak ada padanya satu dosapun (tidak menanggung satu dosapun).”

Sabar dan tetaplah bersabar wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, dengan tetap memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan banyak memanjatkan doa kepada-Nya. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Salamah dketika beliau tertimpa musibah:
“Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Ya Allah, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik dengannya.” (HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha)

Sepantasnya kaum muslimin senantiasa memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah memilihnya untuk dihapuskan dosa-dosanya, bertambah banyak pahalanya, dan akan Allah angkat derajatnya.

Sekalipun rumah hancur atau harta musnah, namun kenikmatan yang agung tetap ada pada kita. Yaitu kenikmatan iman dan kenikmatan Islam, sebagaimana yang Allah firmankan:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah:3)

(Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Haq, Pengajar di Pondok Pesantren Ar-Ridho Sewon Bantul, alumni Ma’had Darul Hadits Dammaj Yaman, murid dari Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’I dan Asy-Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri. Dikutip dari Buletin Asy-Syariah edisi perdana (I/1). Diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Yayasan Asy-Syariah. Alamat Redaksi: Posko Tim Peduli Musibah Asy-Syariah. RT 06/RW 46 Dagaran Jurug Bangunharjo Sewon Bantul Telp 0274-7406120. Url sumber http://info-salafy.co.nr/)

Campur2 part 2

Thursday, July 20th, 2006

Makassar, 21 Juli `06 Pukul 2.12 Siang…

Alhamdulillah masih ketemu lagi..Insya Allah dalam keadaan baik2 saja kan?? antum semua gimana?? mudah2an juga dalam keadaan baik2 saja yach…
Well…Indonesia diuji lagi nich..kali ini kita mendengar ada berita tsunami di daerah Laut Jawa Selatan beberapa hari yang lalu dan korbannya mencapi kurang lebih 600 orang tewas…Innalillahi wa Innalillahi Rajiun….Semoga amal2 kebaikan korban2 tsunami di pangandaran dst diterima…dan keluarga korban diberi ketabahn dan kesabaran menghadapi ujian ini…kita yg tidak terkait seharusnya mengambil ibroh dari semua peristiwa ini…mungkin masih jauh dari mata kita tapi tidak berarti tidak akan terjadi sama kita kan?? setiap saat kita harus berwaspada dengan semua kejadian…kita berharap kita menghadapNya dengan sebuah penutup yang indah..bukannya menghadapNya dengan sebuah akhir yang jelek….Amin….

wa allahu alam bishawab
_Me_

Campur2 saja deh (Part 1)

Tuesday, July 18th, 2006

Makassar, 18 Juli 2006 Pukul 19.55 Wita

Alhamdulillah, masih diberi karunia untuk mengarungi hidup, Alhamdulillah masih diberi kenikmatan tuk menjadi seorang Muslim (Hidayah terbesar)…whats about guys?? adakah secercah kenikmatan masih dapat ditangkap dan disyukuri oleh hati dan diimplementasikan ke sehari-hari?? Moga2 saya bisa menjadi org2 yg bersyukur….Amin!!!
Lama nda ngisi di blogs ini seakan menjadi keanehan tersendiri pas mau nulis2 lagi di blogs ini…entahlah ngga ada inspirasi atau sejenisnya membuat saya kesulitan sendiri menuangkan dalam bentuk tulisan yang saling bertautan satu sama lain yach….
Btw, saya mau nulis apa2 yg saya rasakan dalam pergaulan saya bbrapa hari ini….it`s about kepribadian atau sebutlah kebiasaan …..
Yach, bbrp hari ini, saya merasa “kecewa” dgn “teman”…mungkin ini perasan saya saja.
akhirnya saya mendapat ibroh dari pengalaman ini, minimal untuk saya tidak melakukan deh…..karena saya sendiri tahu bagaimana rasanya!!!!
—> Ibroh itu adalah capek untuk menunggu untuk sesuatu yang nda jelas kayak gini…..saya nda tahu gimana raut muka saya ketika saya merasa “tidak dihargai ” untuk sesuatu yang beliau sendiri katakan dari mulutnya sendiri…entahlah ini bukan barang sehari tapi berhari-hari…..Ini bukan masalah sepele kawan..tapi darimana lagi orang akan mempercayai kita kalo dari ucapan kita saja , kita tidak bisa dipercayai……
mungkin saya merasa banyak kekurangan, sehingga hal2 seperti ini mesti saya hadapi untuk menjadi ibroh saya kelak yach…yach doakan, org2 yg mengenal saya nda merasakan pengalaman sprti ini ketika anda2 harus berkomitmen dengan saya yach!!Kalo dari kata2 saya, nda bisa dipercaya, mana mungkin hal2 yang lain anda akan percayai dari saya kan??

wassalam
Adhyz

N.B —> salute for U, teman..yg mampu membuat saya marah namun mengajari saya ibroh dengan “aksi2 anda”….Dosa utk saya dan (mudah-mudahan) pahala utk anda….

To U, Ila !!!!

Sunday, July 2nd, 2006

Makassar, 2 Juli`06 Pukul 01.23 A.M Waktu Makassar tho…

Alhamdulillah, masih ketemu lagi…masihlah diberi karuniaNya tuk hidup, menjalani semua amanah2Nya….moga2 kita jadi makhluk yang pandai bersyukur…
ngisi blogs lagi nih…entahlah kenapa susah lagi tidur nih..pdhal ini sudah jam setengah 2 malam…mungkin pengaruh tadi sudah tidur tadi yach….Btw one of my friends here, Ila go back to Merauke dgn sgla “perlengkapan perangnya” menuju kampungnya yang jauh disana..Mudah2an kita masih dipertemukan dengan keadaan yang jauh lebih baik dari kita pernah ketemu….
Jadi teringat kamarmu di RAMSIS UNHAS adalah sssalah satu memori” terbaik” waktu mau nyelesain studi yang lama2 kelarnya…jadi keingat waktu ditinggal ama Onyx….jadi kiengat waktu di kamar ini sama2 begadang (entah sapa yg mulai duluan nih) sampe ga tidur waktu mo test utk seleksinya BUKAKA (dasar!!!)….jadinya ga lulus deh..btw..masih banyak lowongan kerja bro (even kamu mau netapkan diri jadi pengusaha…ingat2 juga pelajaran2nya elektro dunks…jgn ingat2 terus ttg coklat dsb..mana hub,nya dengan kuliahmu dulu!!)….
sudah dulu yach…..
wassalam
<>

Who am I (Part 5) ?

Saturday, July 1st, 2006

Makassar, 1 Juli 2006

alhamdulillah, masih ketemu lagi….lanjutin edisi sebelumnya di Who am I (Part 4) ? ….bingung2 juga lanjutin..mudah2an masih bisa konek dan nyambung di otakku….maklum udah beberapa lama nda nulis2 ini ….pikiran saya udah terbelah!!!!
kemaren sampai maasalah anak2 kompleks dengan anak2 kost yach?? Kompleks NTI (Nusa Tamalanrea Indah) termasuk kompleks2 muda di bilangan daerah daya…awal masuk di thn 2002 (pas PD`2002), rumah yg ditinggali termasuk rumah paling belakang, paling ujung dan paling jauh masuk dari pintu gerbang…rumah yang sediktinya mengajarkan utk mandiri sebagaimana halnya dengan kostku terdahulu…but ini lebih sedikit lebih besar (supaya ada bedanya!!!) karena terkadang cuman saya yg di rumah dengan segala perabotannya…jadi ada unsur kepercayaan walau memang rumah itu rumah keluarga sendiri….jadi dengan kepercayaan itu, sa merasa juga  jadi bagian rumah…dan di rumah situlah, saya selesaikan juga studiku…rumah dimana tempat sa melepaskan lelah saya setelah aktivitas seharian….rumah dimana saya tidak akan diganggu privasi saya…. rumah dimana para anggota di rumah saling menguatkan…
jadi keingat waktu sibuknya praktikum dan urus2 IKA SMUNSA KENDARI , tempat terindah melepaskan lelah adalah rumah di NTI….tempat anak2 kendari dulu pernah berkumpul….tempat org2 dari buton nginap…..
sudah dulu yach…mau jalan dulu temanin teman sebelum balik ke Merauke!!!!

wassalam
_me_